Mendengar nama ‘Gratis’ pastinya setiap orang akan melirik untuk tahu lebih jauh, apalagi buat Dulers yang gadget freak dan phone freak pastinya nggak akan melewatkan kesempatan jika mendengar dan tahu ada Wifi gratisan disekitar kita.

Jalur Wifi kini bak air yang mengalir kesetiap sisi dan ruang tanpa bisa dibendung dan bisa digunakan kapan saja. Seperti ketika Dulers kongkow disebuah cafe atau warung kopi mang ‘Udin’ pun kini tersedia wifi-gratis untuk menarik pengunjung datang.

Koneksi Wifi terbagi menjadi 2, wifi tertutup dan wifi terbuka alias gratis untuk publik. Buat pengguna wifi gratisan inilah yang rupanya rentan terhadap penyusup tersembunyi, yang ujung-ujungnya jadi ‘bancakkan’ peretas dan orang yang bisa mengakses data pengguna tanpa sepengetahuan pemilik ponsel di tempat dan waktu yang bersamaan.

Dan bukan hanya orang yang mencuri data sensitif Dulers saja yang perlu dikhawatirkan. Dalam tingkatan yang lebih tinggi lagi seperti para Hacker dan penjahat dunia maya juga dapat memanfaatkan koneksi tanpa jaminan mengirimkan banyak virus, perangkat pelacak, dan perangkat lunak perusak – yang semuanya dapat membahayakan sistem ponsel Dulers lebih jauh lagi dan akibatnya ponsel menjadi rusak dan Dulers kehilangan data.

Nah, untuk mencegah hal itu terjadi berikut Dul share 3 point utama yang harus Dulers ketahui dan ingt akan hal ini. Berikut adalah tiga kesalahan terbesar yang dapat Dulers lakukan saat menggunakan Wi-Fi umum:
 

1. Mengakses dan Mentransfer Data Sensitif

Saat kita bepergian, kita cenderung jadi lebih sering mengakses informasi paling penting dan sensitif. Misalnya mengecek rekening bank secara teratur untuk memastikan ada cukup dana untuk pulang atau tidak, nomor jaminan sosial perlu ditransfer untuk menjamin visa perjalanan, berbagi beberapa file, dan lain sebagainya.

Kecuali jika Duler benar-benar perlu sekali mengakses atau mentransfer informasi sensitif ini dalam keadaan darurat, tapi sara Dul kalau bisa tetap menahan diri samapi ketemu menemukan koneksi yang paling aman digunakan seperti koneksi yang terhubung via kabel ke router, bukan dengan Wifi lagi. Karena para hacker akan mudah untuk membajak data melalui koneksi Wifi gratisan karena privasi ponsel Duers tidak se-imun perlindungan yang dimiliki pemerintah atau perusahaan besar.
 

2. Skimming atas Syarat dan Ketentuan

Kebiasaan klik next-next pada sebuah klausul perjanjian persetujuan tanpa membaca lebih detil mulai saat ini sebaiknya jangan dilakukan lagi. Ini menjadi kesalahan awal Dulers, karena data-data yang Dulers input bisa jadi nanti dibajak dan menjadi harta berharga bagi para hacker untuk dijual kembali kepada yang membutuhkan yang berani membayar dengan harga paling tinggi. Mulai saat ini bacalah dengan lengkap Syarat dan Ketentuan yang ada, kalau ada yang meragukan coba tanyakan kepada pihak yang berkepentingan.
 

3. Berselancar Tanpa VPN

Meski atau walaupun kita sudah mawas diri dari dua point diatas rasanya tidak lengkap kalau Dulers belum menggunakan aplikasi pihak ketiga. Cobalah menginstal aplikasi VPN (Virtual Private Network) seperti Private Internet Access yang akan melindungi aktifitas Dulers dengan cara mengengkripsi jalur data yang Dulers gunakan selama menggunakan Wifi Gratisan ini. Selain itu VPN (Virtual Private Network) jga mampu memblok pop-up dan web mata-mata.

VPN juga sangat berguna saat Dulers ingin melewati batasan negara yang melarang mungkin memberika aturan larangan menonton tayangan favorit atau mengakses email saat bepergian di luar negeri.