Alasan setiap orang menjual ponsel kesayangannya tentu punya berbagai alasan, mulai dari bosen, ponsel udah jadul, rusak dan lain sebagainya.

Tapi dari itu semua ketika Dulers ingin menjual ponsel kesayangan mulai saat ini perlu memperhatikan hal-hal berikut dibawah ini. Apa saja, yuk deh kita telusuri satu-persatu biar nanti nggak menyesal karena mungkin misalnya ada data tertinggal dan lain sebagainya.

 

Cara Cepat

Apapun sebenarnya yang namanya ingin segera cepat terpenuhi kebutuhannya terkadang hal-hal sepele pada akhirnya menjadi masalah besar karena inginnya serba cepat. Coba renungi sejenak tujuan menjual, apa untung dan ruginya. Menjual terburu-buru biasanya tanpa pertimbangan secara matang, menyesuaikan kebutuhan adalah cara paling bijak untuk memutuskan perlu tidaknya menjual ponsel kesayangan Dulers.

 

SIMCard dan Kartu Memori

Ada yang bilang ‘lebih baik kehilangan ponselnya daripada kehilangan kartu perdana dan kartu memori’, meski tidak ada yang au kehilangan dengan kasus ini tapi dengan belajar dari kasus ini sebelum menjual sebaiknya periksa dan keluarkanlah kartu perdana SIM dan kartu memori SD. Kartu SIM dan kartu memori bisa dibilang nyawa dari komunikasi Dulers kepada keluarga, kenalan hingga rekan bisnis. Periksa juga segala data yang tersimpan di memori internal ponsel, aplikasi penting yang menyimpan data penting dan lain sebagainya lalu pindahkan ke memori eksternal atau melalui penyipanan Cloud yang tentunya Dulers wajib memiliki akun disana.

 

Factory Reset

Setelah semua data yang dianggap penting sudah ‘diselamatkan’ di tempatnya maka cara paling sakti dan nggak pake repot biasanya orang melakukan langkah untuk me-reset ponselnya kesetingan awal, atau dikenal dengan istilah Factory Reset, dimana setingan dan kondisi firmware ponsel kembali dalam kondisi semula ketika Dulers baru membelinya, dimana setingan ini adalah standar pabrikkan yang belum diinstal apapun dari pihak ketiga. Pengguna ponsel Android pastinya nggak pernah lepas dari akun di ponselnya yang selalu terhubung dengan Google, jadi cara Factory Reset dirasa paling aman untuk menghapusnya secara permanen. Penting perlu diperhatikan disini adalah ketika Dulers udah memutuskan untuk mereset ponselnya maka data yang masih tertinggal tidak akan bisa dikembalikan kembali, jadi penting dan perlu diperhatikan sebelum melakukan langkah Factory Reset ini. Untuk menuju menu reset standar pabirkkan ini cukup masuk ke menu : Settings lalu pilih Backup and Reset.

 

Mengumpulkan Aksesori Bawaan

Pastinya kalau Dulers membeli ponsel fresh alias benar-benar baru ter-segel biasanya di dalam boxnya tersimpan beberapa aksesori mulai dari buku manual, charger, earphone, kabel usb, dan lain-lainnya (tergantung paket yang tersedia). Lengkapi dan rapikanlah karena ketika Dulers menjualnya dalam kondisi lengkap dan rapih, apalagi garansi masih berlaku bisa menaikkan harga jual kembali, meski terkadang etrgantung negoisasinya juga, tapi cara ini setidaknya menaikkan harga jual dan kepercayaan diri Dulers saat menjual ponsel kesayangan.

 

Bersih-Bersih

Tentu saja, siapa sih yang berminat menawar harga tinggi jika ponsel yang kita jual dalam kondisi tak terawat dan kotor. Langkah selanjutnya adalah Dulers sebaiknya mulai membersihkan beberapa sudu dna bagian yang terlihat kotor atau kusam, bagian speaker biasanya paling terlihat banyak debu, lensa kamera, dan celah-celah antara cover sering terlihat kotoran menempel ‘betah’ disana. Memiliki keahlian membuka cover ponsel sendiri bisa menjadi pekerjaan mudah untuk membersihakn bagian yang sulit dikerjakan.

 

Cek en Ricek

Langkah selanjutnya adalah cobalah Dulers melakukan semua tombol dan fungsi seperti kamera, bluetooth, kondisi layar, suara yang keluar dan masuk dari speaker, cek status pengecasan apakah berjalan dengan normal, dan lain sebagainya dalam kondisi baik. Jika ada nilai minus sebaiknya dicatat dan berikan info ke penjualnya bagian mana yang tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Menjual dengan jujur akan memiliki keuntungan dalam jangka panjang ketika Dulers kembali lagi ke toko tersebut.

 

Harga

Persoalan harga disini memang terbilang sensitif, siapa sih yang ingin menjual rugi? Jadi sebagai jala tengahnya adalah sebaiknya Dulers mencari tahu harga jual kembali dipasaran dengan cara mengecek via online atau melakukan perbandingan harga dibeberapa toko fisik, setelah itu biasanya Dulers akan mendapatkan nilai harga ponsel Dulers saat itu dihargai berapa.

 

Momen

Maksud dari momen ini apa yah, maksud Dul, disini untuk menjual ponsel dengan harga ‘bagus’ perlu mengetahui momen yang pas. Sebaiknya jangan menjual dan beli kembali disaat menjelang hari raya misalnya, di hari libur atau di tanggal muda, biasanya di momen-momen seperti itu para pembeli akan berusaha menahan harga yang mereka putuskan karena menganggap Dulers menjual dalam kondisi yang terdesak atau benar-benar butuh. Menawarkan dengan menahan harga pura-pura ‘nggak’ butuh juga bisa menjadi trik bagus untuk dicoba.

 

Putuskan

Setelah semua siap maka coba putuskan akan menjual kesiapa, apakah menjual via online, toko fisik atau kenalan?

Cara pertama:

Banyak yang menyarankan dan Dul, juga sangat setuju jika akan lebih baik menjualnya ke kenalan atau saudara yang kita kenal dekat, menjual kepada kenalan biasanya akan memperoleh nilai jual yang nggak terlalu ‘jatuh jika menjual langsung ke toko fisik, jika menjual ke toko online juga bagus tapi dibutuhkan sedikit kesabaran untuk mendapat pembeli yang benar-benar cocok, belum lagi persoalan pengiriman, kepercayaan dan waktu untuk cod yang terkadang memakan waktu dan tenaga. Jadi kesimpulannya kembali kediri sendiri seberapa perlu menjual kepada siapa maka Dulers-lah yang menentukan. Saran Dul, sih jika memang butuh dana cepat lebih baik ke pegadaian karena jika dimungkinkan suatau saat kita bisa menebusnya kembali dengan barang dalam kondisi yang aman dan terjamin. Kemudian

Cara Kedua:

Apakah Dulers menjual karena ingin mengganti dengan model terbaru atau kondisi yang lebih bagus? Jika iya maka tidak ada salahnya untuk mencoba cara barter barang, dengan cara ini terkadang harga jual yang didapat sedikit lebih baik daripada menjual langsung ke toko fisik yang biasanya mereka selalu beralasan bahwa barang yang dijual kembali dalam kondisi apapun sudah dianggap barang second/bekas meski detik itu juga misalkan Dulers baru saja membuka box ponsel terbaru yang baru saja Dulers membelinya disitu juga.